Jumat, 28 Agustus 2015



Mahasiswa sebagai elemen bangsa memiliki peran sebagai bibit unggul yang akan meneruskan perjalanan panjang bangsa. Catatan sejarah membuktikan bahwasanya posisi pemuda sebagai sector penting bagi perubahan bangsa dengan adanya hari sejarah yaitu sumpah pemuda. Pemuda yang pada akhirnya mampu menyatukan rakyat melawan penjajah bangsa yang kerap kali merugikan dan menyengsarakan rakyat, hingga  pada akhirnya lahirnya sebuah zaman reformasi. Mahasiswa yang notabenenya adalah pemuda bukan hanya sekedar usia yang masih muda tetapi juga sebagai ahli waris tunggal bagi nasib dan estafet perjuangan bangsa dimasa selanjutnya, kejayaan, kemakmuran, dan kesejahteraan semua bergantung daripada peran pemuda terhadap bangsa. Jika mahasiswa mampu mengemban amanah dan menggunakan warisan ini dengan baik masa masa depan bangsa sudah terlihat dengan cerahnya, namun sebaliknya mahasiswa yang tak mampu bertanggung jawab maka rezim-rezim sejarah penjajahan bangsa akan kembali terulang.

Mahasiswa adalah sebutan akademis dari sebuah lembaga perguruan tinggi. Namun secara umum mahasiswa memiliki tiga fungsi strategis dalam meneruskan estafet perjuangan bangsa, dan tiga fungsi ini merupakan sebuah amanah yang digantungkan dipundak mahasiswa yaitu, mahasiswa sebagai penyampai kebenaran (agent of social control), sebagai agen perubahan (agent of change) dan sebagai generasi penerus masa depan bangsa (iron stock).

Organisasi merupakan satu wadah bagi para mahasiswa dalam membangun kapasitas diri untuk bisa mengembangkan dan menggali potensi yang ada pada diri pemuda. Dalam organisasi terdapat sekumpulan pemuda yang memiliki visi, misi dalam mencapai tujuan bersama. Layaknya barisan jamaah yang kokoh dan tangguh demi mempertahankan dan memperjuangkan tujuan yaitu kesejahteraan bangsa dan membela bangsa terhadap kebjakan-kebajakn pemerintah yang dirasa tidak adil dan menyengserakan nasib rakyat. Organisasi dibentuk oleh sekelompok pemuda dalam mendukung kepentingan nasional, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, management waktu, belajar menghargai arti sebuah pegorbanan. Maka dari peran tersebut, organisasi mampu menyiapkan para pemuda menjadi generasi emas yang dapat meneruskan estafet bangsa dan tentunya bersinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menentukan kebijakan-kebijakan untuk keadilan dan kesejahteraan bangsa.


Organisasi bukan hanya sebagai wadah untuk saling mengenal, tetapi juga melatih mahasiswa dalam berkomunikasi, bercengkrama dengan rekan kerja dari organisasi tersebut. Organisasi mampu menyiapkan dan mencetak kader-kader unggul dalam mempersiapkan pemimpin emas untuk kepentingan bangsa kedepannya. Maka dari itu kaderisasi kepemimpinan dibentuk untuk melatih mental, fisik untuk menciptakan pemimpin unggul yang mampu memimpin rakyat menuju bangsa yang adil dan sejahtera. Dengan adanya organisasi maka segala potensi yang dimiliki tiap mahasiswa akan terus dikembangkan. Sikap kritis, ide-ide kreatif dalam menentukan solusi yang tepat, inovatif dan semangat juang tinggi merupakan potensi yang dimiliki mahasiswa dan harus tetap dikembangkan. Diharapkan pula dengan adanya kegiatan-kegiatan dari organisasi pemuda maka semakin mengasah dan mengembangkan sikap positif yang nantinya akan membuahkan bibit unggul yaitu pemimpin yang mampu memimpin bangsa, bukan pemimpin yang cengeng melainkan pemimpin yang tegas dan siap membela rakyat sampai mati.
02.53 No comments » by Unknown
Posted in

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter

Blogroll

Pages

About